Hai! Kenalin aku Rumik. Dipastikan cewek, suka sama cowok. Anak kemarin sore yang nyoba-nyoba bikin blog. Cewek imut tinggi 148 cm--kalau nggak salah-- yang udah mau kuliah. Which is tiap orang ketemu sama aku bakalan bilang, "Wah, Rumik sekarang udah besar ya! SMP kelas berapa?" Otomatis pasang muka mau nangis๐ข.
Okee.. Jadi ceritanya nih, aku diterima di kampus negeri di kota sebelah. Lumayanlah. Di mata tetangga aku, anak yang ngelanjutin pendidikan ke tingkat kuliah itu keren, apalagi kalau kampusnya negeri. Wiihh... setiap kali keluar rumah di tanya orang lewat, "Dek Rumik lulus tahun ini ya? Mau kerja apa lanjut sekolah?"
Aku pun mengangguk jumawa, "Iya, Bu. Insyaallah lanjut kuliah."
"Kuliah dimana?"
Dan aku jawab, "Kampus X."
"Wihh, pinter ya.. Itu kampusnya bagus loo.... Ambil jurusan apa?" tanya tu ibu-ibu dengan mata berbinar seperti melihat dewi langit, cielah Rumik lebay.
"Sastra Indonesia, Bu." Begitu aku jawab, ibunya melongo. Kadar kekaguman karena aku masuk universitas X runtuh seketika.
Iya. Ho'oh bener banget aku maba kampus X jurusan Sastra Indonesia. Kenapa masalah buat lo?!
Tiap kali aku bilang masuk jurusan sastra indonesia yang murni, suara lebah berdengung-dengung. Dan setelah aku rangkum dengan seksama ini dia komentar yang bakal kamu dapet kalau kamu masuk jurusan sastra indonesia.
Cekidot...๐๐๐
#Ambil jurusan kok Sastra Indonesia, mbok ya Inggris!
Banyak orang yang merasa masuk jurusan sastra indonesia itu nggak keren. Yang nggak keren bukan sastranya, tapi indonesianya. Kenapa aku bilang gitu? Kadang karena bosen liat ekspesi orang begitu tau aku ambil jurusan sastra indo--aku singkat ya-- aku cuma bilang ambil jurusan sastra. Mereka masih kagum, tapi begitu tanya lagi sastra apa. Aku jawab, "Indonesia." Hilang sudah harapan, kira-kira gitu ekspresi mereka.
#Peluang kerja masuk jurusan sastra indo apa ya?
Banyak banget orang yang menanyakan pertanyaan ini. Lama-lama berasa jadi kayak dosen matematika yang menjelaskan materi 'peluang'.
#Kuliah sastra mau jadi apa?!
Kalimat ini sering banget aku denger dengan nada menyindir. It's oke wae, aku ra popo.
#Yaampun, temenku yang ambil jurusan Sastra Indo pendidikan aja lulusnya susahnya minta ampun... Lha ini?!
Tiap denger orang bilang yang satu ini aku melongo. Kagum. Ketika mbak-mbaknya yang berpendidikan sudah mulai meraba nasibku.
#Kenapa nggak ambil ekonomi aja yang cepet dapat kerjaan.
Langsung angkat tangan. Aku menyerah!!! Aku nggak kuat!!!
#Lulusan sastra indo itu susah cari kerja.
Yaps, stereotipnya emang gitu. Karena setelah aku browsing, browsing, dan browsing, nggak banyak penulis yang latar belakang pendidikannya lulusan sastra. Contoh nih, Tere Liye yang bukunya bejibun di toko buku. Apakah bahasanya yang indah dan mudah dipahami itu didapat karena ia lulusan sastra. BIG NO!! Faktanya dia seorang akuntan lulusan fakultas ekonomi.
Terus lulusan sastra pada kemana??
Gaess.. buat kalian yang nggak tahu peluang kerja jurusan sastra bisa browsing dulu deh.
Dari pengalaman aku tadi, apakah aku lantas cabut. Ninggalin jurusan sastra indo. Terus pindah jurusan lain kalau perlu fakultas lain. Enggak. Malah nggak ada niatan sama sekali.
Kenapa???
Karena aku tahu persis apa yang aku mau. Pengin jadi apa. Pengin mempelajarin apa. Dan harus bagaimana. Aku nggak asal-asalan pilih jurusan. Jadi kalau denger orang-orang ngomong jelek soal jurusan ini. Aku nggak peduli. Bodo amat. Hidup-hidup gue.
So, dari sekarang kenali bakat kamu. Pikirin nanti mau jadi apa. Jangan cuma asal milih penting kuliah. Atau jangan pilih jurusan cuma gara-gara ikut temen.
Sebagaian besar dari komentar yang aku rangkum di atas benar adanya. Tapi sekali lagi, kalau kalian udah bertekad, omongan orang yang jelek-jelek justru bakal jadi cambuk buat kamu untuk ngebuktiin kalau mereka itu salah. Dan kamu emang nggak lagi salah jalan.
Terakhir, aku mau bilang, 'be your self'
Kamu keren bukan karena masuk kedokteran, militer, atau apapun itu yang orang pandang prestisius.
LO KEREN KARENA LO JADI DIRI LO SENDIRI.
Salam damai,
Rumik๐
Okee.. Jadi ceritanya nih, aku diterima di kampus negeri di kota sebelah. Lumayanlah. Di mata tetangga aku, anak yang ngelanjutin pendidikan ke tingkat kuliah itu keren, apalagi kalau kampusnya negeri. Wiihh... setiap kali keluar rumah di tanya orang lewat, "Dek Rumik lulus tahun ini ya? Mau kerja apa lanjut sekolah?"
Aku pun mengangguk jumawa, "Iya, Bu. Insyaallah lanjut kuliah."
"Kuliah dimana?"
Dan aku jawab, "Kampus X."
"Wihh, pinter ya.. Itu kampusnya bagus loo.... Ambil jurusan apa?" tanya tu ibu-ibu dengan mata berbinar seperti melihat dewi langit, cielah Rumik lebay.
"Sastra Indonesia, Bu." Begitu aku jawab, ibunya melongo. Kadar kekaguman karena aku masuk universitas X runtuh seketika.
Iya. Ho'oh bener banget aku maba kampus X jurusan Sastra Indonesia. Kenapa masalah buat lo?!
Tiap kali aku bilang masuk jurusan sastra indonesia yang murni, suara lebah berdengung-dengung. Dan setelah aku rangkum dengan seksama ini dia komentar yang bakal kamu dapet kalau kamu masuk jurusan sastra indonesia.
Cekidot...๐๐๐
#Ambil jurusan kok Sastra Indonesia, mbok ya Inggris!
Banyak orang yang merasa masuk jurusan sastra indonesia itu nggak keren. Yang nggak keren bukan sastranya, tapi indonesianya. Kenapa aku bilang gitu? Kadang karena bosen liat ekspesi orang begitu tau aku ambil jurusan sastra indo--aku singkat ya-- aku cuma bilang ambil jurusan sastra. Mereka masih kagum, tapi begitu tanya lagi sastra apa. Aku jawab, "Indonesia." Hilang sudah harapan, kira-kira gitu ekspresi mereka.
#Peluang kerja masuk jurusan sastra indo apa ya?
Banyak banget orang yang menanyakan pertanyaan ini. Lama-lama berasa jadi kayak dosen matematika yang menjelaskan materi 'peluang'.
#Kuliah sastra mau jadi apa?!
Kalimat ini sering banget aku denger dengan nada menyindir. It's oke wae, aku ra popo.
#Yaampun, temenku yang ambil jurusan Sastra Indo pendidikan aja lulusnya susahnya minta ampun... Lha ini?!
Tiap denger orang bilang yang satu ini aku melongo. Kagum. Ketika mbak-mbaknya yang berpendidikan sudah mulai meraba nasibku.
#Kenapa nggak ambil ekonomi aja yang cepet dapat kerjaan.
Langsung angkat tangan. Aku menyerah!!! Aku nggak kuat!!!
#Lulusan sastra indo itu susah cari kerja.
Yaps, stereotipnya emang gitu. Karena setelah aku browsing, browsing, dan browsing, nggak banyak penulis yang latar belakang pendidikannya lulusan sastra. Contoh nih, Tere Liye yang bukunya bejibun di toko buku. Apakah bahasanya yang indah dan mudah dipahami itu didapat karena ia lulusan sastra. BIG NO!! Faktanya dia seorang akuntan lulusan fakultas ekonomi.
Terus lulusan sastra pada kemana??
Gaess.. buat kalian yang nggak tahu peluang kerja jurusan sastra bisa browsing dulu deh.
Dari pengalaman aku tadi, apakah aku lantas cabut. Ninggalin jurusan sastra indo. Terus pindah jurusan lain kalau perlu fakultas lain. Enggak. Malah nggak ada niatan sama sekali.
Kenapa???
Karena aku tahu persis apa yang aku mau. Pengin jadi apa. Pengin mempelajarin apa. Dan harus bagaimana. Aku nggak asal-asalan pilih jurusan. Jadi kalau denger orang-orang ngomong jelek soal jurusan ini. Aku nggak peduli. Bodo amat. Hidup-hidup gue.
So, dari sekarang kenali bakat kamu. Pikirin nanti mau jadi apa. Jangan cuma asal milih penting kuliah. Atau jangan pilih jurusan cuma gara-gara ikut temen.
Sebagaian besar dari komentar yang aku rangkum di atas benar adanya. Tapi sekali lagi, kalau kalian udah bertekad, omongan orang yang jelek-jelek justru bakal jadi cambuk buat kamu untuk ngebuktiin kalau mereka itu salah. Dan kamu emang nggak lagi salah jalan.
Terakhir, aku mau bilang, 'be your self'
Kamu keren bukan karena masuk kedokteran, militer, atau apapun itu yang orang pandang prestisius.
LO KEREN KARENA LO JADI DIRI LO SENDIRI.
Salam damai,
Rumik๐
๐ mantap
BalasHapus