Langsung ke konten utama

Sekelumit Tentang Aku

Aku Rumik. Manusia dari Planet Jawa, dari sebuah kota kecil tak dikenal bernama Wonogiri. Usiaku bukan persoalan. Seperti seorang Chairil, aku ingin hidup seribu tahun lagi. Sejujurnya tentangku bukanlah hal penting untukmu. Pertanyaan siapa, hanya akan menghasilkan sebuah nama. Tidak lebih tidak kurang. Kalau kau tanya lebih dalam tentang siapa aku. Aku tak yakin bisa menjawabnya dengan tepat. Sebab siapa aku, masih menjadi perdebatan dalam diriku. Aku pernah ada pada titik percaya diri. Aku adalah aku. Tapi ketika aku mulai keluar sebuah ruang kecil menuju bulatan besar yang sesak bernama dunia, aku mulai bertanya lagi, siapa aku?

Dalam hidup aku pernah mengalami berbagai hal, tapi belum semua membuatku mengerti eksistensi dari keberadaanku. Aku merasa telah mengalami segala yang buruk dan menyakitkan, tapi ternyata belum. Ada yang lebih sakit, ada yang lebih buruk, ada yang lebih menderita.

Hari ini, setelah terombang-ambing dalam perdebatan diri. Setelah lama menyibukkan diri tentang bagaimana seharusnya menggunakan ego, meletakkan empati, menentukan prioritas, menempatkan diri, mengarahkan langkah dan bla bla bla. Aku memilih menuliskannya. Mengabadikannya dalam kata yang semoga tidak lekas mati.

Barangkali dengan terus mengeja kata, aku yang sedang berusaha kumaknai ini segera menemu arti. Dan ini adalah tentang pencarianku yang tak juga berujung pada temu. Selamat datang! Ini aku seorang Rumik. Hanya sebuah nama. Tapi jika kau terus menelusuriku dalam kalimat-kalimat yang akan segera terpatri di sini. Kau akan menemu siapa aku. Dan mungkin kelak akupun akan menemu makna dari kejadian-kejadian. Lalu menemu jawab dari tanya siapa aku. 
 
Dan ini diary pribadiku. Sesuatu yang tak penting untukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Dan Sastra Indonesia

Hai! Kenalin aku Rumik. Dipastikan cewek, suka sama cowok. Anak kemarin sore yang nyoba-nyoba bikin blog. Cewek imut tinggi 148 cm--kalau nggak salah-- yang udah mau kuliah. Which is tiap orang ketemu sama aku bakalan bilang, "Wah, Rumik sekarang udah besar ya! SMP kelas berapa?" Otomatis pasang muka mau nangis😢. Okee.. Jadi ceritanya nih, aku diterima di kampus negeri di kota sebelah. Lumayanlah. Di mata tetangga aku, anak yang ngelanjutin pendidikan ke tingkat kuliah itu keren, apalagi kalau kampusnya negeri. Wiihh... setiap kali keluar rumah di tanya orang lewat, "Dek Rumik lulus tahun ini ya? Mau kerja apa lanjut sekolah?" Aku pun mengangguk jumawa, "Iya, Bu. Insyaallah lanjut kuliah." "Kuliah dimana?" Dan aku jawab, "Kampus X." "Wihh, pinter ya.. Itu kampusnya bagus loo.... Ambil jurusan apa?" tanya tu ibu-ibu dengan mata berbinar seperti melihat dewi langit, cielah Rumik lebay. "Sastra Indonesia, Bu....